Apakah kami serius?
Ya tentu saja kami serius, saya juga serius. Mengumpulkan uang pendaftaran 130 Juta tentu saja hal yang sangat sulit bagi Zaid yang cuma seorang dosen, dan kami membantu mengumpulkannya dengan serius. Coba bandingkan dengan kandidat lainnya dan lihat seberapa mudah bagi mereka untuk keluarkan uang sebanyak itu dari kantong mereka. 130 juta itu tidak sedikit teman-teman, kita harus menang dan pasti menang.
Perubahan IA-ITB harus dipimpin oleh mereka yang muda. Kita adalah orang-orang muda yang percaya diri. Bukan sebuah keharusan bagi kita untuk mengikuti jejak langkah pendahulu kita. Semangat ini menunjukkan seberapa besar keinginan kita untuk melakukan perubahan di dalam IA-ITB. Dalam genggaman kita IA-ITB akan menjadi ramai. Dalam genggaman kita IA-ITB akan jauh lebih baik. Atensi yang besar dalam tim itb progresif memperlihatkan seberapa besar, seberapa banyak orang-orang yang ingin terlibat langsung dalam kepengurusan IA-ITB sebagai sebuah kesatuan tim yang solid. Sekre IA-ITB akan ramai dengan diskusi menarik tentang bangsa kita, tentang kemahasiswaan ITB, tentang bagaimana menjadikan IA-ITB menjadi sebuah Institut Riset Terkemuka.
Ketika orang semuda Zaid memegang jabatan ketua IA-ITB, akan lebih mudah bagi teman-teman muda untuk melakukan koreksi. Akan lebih terasa dinamis diskusi yang terjadi di dalam kepengurusan IA. Tidak perlu lagi seseorang harus melewati hambatan psikologis perbedaan umur yang jauh atau jabatan, untuk bisa menyampaikan pendapat. Bukankah itu salah satu prasyarat sebuah organisasi yang baik. Ketika seseorang merasa benar dia tidak perlu takut untuk menyuarakan pendapatnya.
Jika kita ingin memiliki sebuah IA-ITB yang bersih bukankah seharusnya kita memulainya dengan bersih pula. Atas dasar inilah semua laporan keuangan kita buka dalam blog zaid. Ini bukan kegiatan main-main, dan kita tahu akan hal itu. Tapi bukan berarti kita tidak bisa menikmati setiap detik, setiap perasan keringat usaha kita kan? IA-ITB haruslah dijalankan oleh orang-orang yang menikmati pekerjaannya. Tidak lagi ada sebuah sekre sebesar IA-ITB Pusat di Jl. Surabaya, yang seringkali kosong dan tidak ada orang di dalamnya.
Taska Nusantara